Selasa, 04 Juni 2013

Christoph Luxenberg The Siro-Aramaic Reading Al-Quran


Christoph Luxenberg adalah nama samaran penulis The Siro-Aramaic Reading Al-Quran: Sebuah Kontribusi untuk Decoding dari Bahasa Al-Qur'an (Jerman edisi 2000, terjemahan Inggris 2007) dan beberapa artikel dalam antologi tentang awal Islam.

Luxenberg datang ke mata publik pada tahun-tahun setelah tahun 2000, setelah penerbitan buku pertamanya (atau setidaknya yang pertama di bawah nama samaran ini), Siro-Aramaic Reading Al-Quran, yang menegaskan bahwa bahasa komposisi awal Al-Qur'an tidak eksklusif Arab, seperti yang diasumsikan oleh para penafsir klasik, melainkan berakar dalam dialek Siro-Aram dari abad ke-7 Mekah Quraisy suku, yang berhubungan dalam sejarah awal dengan berdirinya agama Islam. Premis Luxenberg adalah bahwa bahasa Aram, yang lazim di seluruh Timur Tengah selama periode awal Islam, dan merupakan bahasa budaya dan liturgi Kristen, memiliki pengaruh besar pada komposisi kitab suci dan makna dari isi Al-Quran.
Artikel utama: The Siro-Aramaic Reading Al-Quran

Luxenberg mengklaim bahwa Al-Qur'an mengandung banyak bahasa ambigu dan bahkan bisa dijelaskan. Dia menegaskan bahwa bahkan sarjana Muslim menemukan beberapa bagian-bagian sulit untuk mengurai dan memiliki rim tertulis komentar Quran mencoba untuk menjelaskan bagian ini. Asumsi di balik usaha mereka, bagaimanapun, selalu bahwa setiap bagian yang sulit adalah benar dan bermakna, dan bahwa hal itu dapat diuraikan dengan alat-alat pendidikan Muslim tradisional. Luxenberg menuduh akademisi Barat dari Alquran yang mengambil pendekatan pemalu dan imitatif, terlalu mengandalkan kerja bias dari ulama.

Luxenberg berpendapat bahwa para sarjana harus mulai dari awal, mengabaikan komentar islam kuno, dan hanya menggunakan metode terbaru dalam linguistik dan sejarah. Dia berpendapat bahwa Muhammad berkhotbah konsep yang baru bagi banyak pendengar Arab nya, konsep bahwa Muhammad telah belajar dari percakapan dengan orang-orang Yahudi dan Kristen Arab, atau dari orang-orang Kristen Suriah (di mana ia diyakini telah melakukan perjalanan). [Kutipan diperlukan] oleh karena itu, jika sebuah kata tertentu atau frase Quran tampaknya berarti dalam bahasa Arab, atau dapat diberikan berarti hanya dengan dugaan disiksa, masuk akal-ia berpendapat-untuk melihat ke bahasa Aram dan Syria serta Arab.

Sedangkan komentar Islam tradisional umumnya membatasi dirinya untuk leksikologi Arab, Luxenberg mengusulkan untuk memperluas jumlah bahasa yang harus dikonsultasikan.
Luxenberg juga berpendapat bahwa Al-Qur'an didasarkan pada teks-teks sebelumnya, yaitu lektionar digunakan di gereja-gereja Kristen Suriah, dan bahwa itu adalah karya beberapa generasi untuk beradaptasi teks-teks ke dalam Al Qur'an yang kita kenal sekarang.
    "Menurut tradisi Islam, Alquran tanggal kembali ke abad ke-7, sedangkan contoh pertama dari sastra Arab dalam arti penuh frasa hanya ditemukan dua abad kemudian, pada saat 'Biografi Nabi', yaitu , dari kehidupan Muhammad seperti yang ditulis oleh Ibn Hisham, yang meninggal pada 828. Dengan demikian kita dapat menetapkan bahwa sastra Arab pasca-Quran yang dikembangkan oleh derajat, pada periode setelah karya al-Khalil bin Ahmad, yang meninggal pada 786, yang pendiri Arab leksikografi (kitab al-ain), dan Sibawayh, yang meninggal pada 796, kepada siapa tata bahasa Arab klasik adalah karena. Sekarang, jika kita menganggap bahwa komposisi Al-Quran diakhiri pada tahun wafatnya Nabi Muhammad, pada tahun 632, kita menemukan hadapan kita selang waktu 150 tahun, di mana tidak ada jejak literatur Arab patut dicatat. "
    "Pada saat itu, tidak ada sekolah-kecuali, mungkin, untuk pusat Kristen al-Anbar dan al-Hira, di selatan Mesopotamia, atau yang sekarang adalah Irak. Orang Arab dari wilayah yang telah dikristenkan dan diperintahkan oleh Suriah Kristen. bahasa liturgi mereka adalah Siro-Aram. Dan ini adalah kendaraan kebudayaan mereka, dan lebih umum bahasa komunikasi tertulis. "
    "Dimulai pada abad ketiga, orang-orang Kristen Suriah tidak membatasi diri untuk membawa misi penginjilan ke negara-negara terdekat, seperti Armenia atau Persia. Mereka menekan ke wilayah jauh, sampai ke perbatasan Cina dan pantai barat India, di samping seluruh jazirah Arab sampai ke Yaman dan Ethiopia. Dengan demikian lebih mungkin bahwa, untuk memberitakan pesan Kristen kepada orang-orang Arab, mereka akan menggunakan (antara lain) bahasa orang Badui, atau Arab . Dalam rangka untuk menyebarkan Injil, mereka selalu memanfaatkan dragon bahasa. Tapi di era di mana bahasa Arab hanya perakitan dialek dan tidak memiliki bentuk tertulis, para misionaris tidak punya pilihan selain untuk menggunakan bahasa sastra mereka sendiri dan budaya mereka sendiri,.. yaitu, untuk Siro-Aramaic Hasilnya adalah bahwa bahasa Quran lahir sebagai bahasa Arab tertulis, tapi salah satu derivasi Arab-Aram "

Selasa, 28 Mei 2013

Dari TB(Taman Budaya) sampai ke GUSMUS


Aku rindu rembulan
aku rindu matahari
aku rindu bintang-bintang

Mulai dari mana ya, ow iya mau numpang ceerita dikit.kemaren ,kita(q, iyud, rida, n anedoki) putuskan untuk ngluyur dari pondok, tujuannya ke TBY(Taman Budaya Yogyakarta) mau lihat pentas budaya tentunya, q memnag yg memotori pelarian ini.coz dalam tubuh kurus ini terdapat jiwa sastra yang butuh pemuasan.di tambah q gak betah di pondok.meskipun agak gerimis2 gtu q ttp meluncrkan diri. mau gimana lagi, udah terlanjur membulatkan tekad kesana jeh.
Sampai di jalan q bingung TBY tu sebelah mana? Tanya sama banya tukang becak, eh jawabannya beda semua.anjrit.entah dari mana asalnya spertinya tuhan sengaja mengirimkan mlaikat berwujud tukang becak yang memberikan ancer2 pda q, n entah kenpa hatu ini mersa yakin atas peruahnya.Dan benar, malaikat jelmaan itu menunjukkn tempat yg tepat n sampailah kami di TBY.
Inti dari pelarian ini adlah dahagaku sedikit terobati oleh suguhan di sana, konsekwensinya pagi tadi q jadi gak enak badan n alhamdulillh gak masuk kuliah. Hehehe.Sebenernya q sakit gak gara2 ke TBYnya tpi mungkin karna mulai dari pagi kemaren sampe sore kemaren belum maem(untuki tidak menyebut puasa). Ya mungkin tubuh eksotis ini mersabutuh bnyak lagi tambhan pengisian.Dari dulu gak tau kapan tepatnya, q emang ada maslah dengan yag namanya makan .Kata temen2 si q kalo makan lola bnget n pada kenyataannya si emang iya sih.Aslinya qpengen bget bisa kyak kalian pada umumnya, maksudnya kalo makan y semngat n bener3 kayak orang lper gtu loh.eeh ini mlah enggak, q kalo makn pasti mersa tersiksa n seolah2 tuh kyak makhluk yg gk butuh makanan, q jadi bingung harus gmana, serba salah deh pokoknya….
Maslah makan-memakan mungkin akn diulas lain kesempatan aja yach, ^_^. Lanjut yang tadi, itu tuh yg tadi , yag tadi pas q sakit gak jadi berangkat kualiah itu loh, ingat kan?. Oke, gini lanjutannya; q berhasil bangun subuh n berhasil jamaah subuh d masjid, gak mungkin donk jamaah di sarkem kecuali untuk jamaah2 yg lain.hhe. tetapi keadaan melankolos tersebut gak bertahan lama. Tiba2 qmerasakn hal yang aneh pada diriq, gak usah ditebak buk, q kasih tau aja biar cepet.Kepala ini seakan mau pecah, hidung kembang-kempis, mata merem-melek, perut teruz brebunyi, pokonya mirip banget kayak kodok keselek laptop dah, anjur abis(ingat ini beneran, buknnya mulez bego’).
Setelah insiden sholat subuh yg q coba khusu’2 kan , namun gak bisa khusu’2 itu q langkahkan kaki ini menuju tempat peristirahatan ialah kamar tercinta.tempat paling bersejarah bagi semua bayi berasal, tempat dimana hidup n mati dpat bersatu, tempat untuk beramal sholeh n kadang untuk maksiat, tempat yg jorok tetapi disukai, n disanalah tempat bagi orang2 yg tidur.Gak ada sketsa surga yg lebih tepat selain sebuah kamar.Cos q udah terlanjur dikamar, gak sopan donk kalu q Cuma diam2 aja tanpa ada apa2, jadi kuputuskan buat tidur menyelami alam mimpi.Q biasanya kalo udah tidur tuh professional bget, begitu total, n terlalu menjiwai peran.So, gak usah coba2 banguni n q, kalian akan kasihan sendiri nanti.Ini juga beneran n dapat dibuktikan, tp GPL y cos ni udah ngantuk bnget brew.
Kuliah gak masuk gak bikin q mersa kosong kerjaan. Abis makan di bunga cafĂ©(1 piring sekitar 45menit lamanya) q kembali ke kamar tercinta truz q nyalain laptopnya si kodok mikir2 mau diapain ni laptop.Singkat cerita—singkat kok truz— q putuskan nontin film, judulnya PERAHU KERTAS.Dalam hati q membatin; wah2 kayah kisahku nih.melihat film itu membuat sakitku agak berkurang, sedikit demi sedikit tenaga terkumpul n akhirnya q tidur lagi siang tadi.parah tenan anak satu ini.
Berkat tenaga yg kukumpulkan udah mencukupi standar kelayakan ngluyur, akhirnya q ngkuyur lagi mala mini. Ke krapyak tujuannya, ada haul disana n yg ceramah si tua gus mus.Ceramahnya sih sebenarnya udah bisa q tebak nprediksi isnya, pasti nyangkut masalah itu2 lagi n ternyata benar kan……..tpi sebab datangnya q ke krapyak, tuhan sebenarnya ingi mempertemukanku dengan saudar2 n temen2 lamaku. Meski hanya sebentar namun itulah nikmatnya.Semakin sedikit kita bertemu maka semakin besar pula rasa silaturahmi kita munculPengen bget nginep disana, tpi q kasihan sama si idris yg kelihatannya udah ngebet bget masuk ke kamar(mau tidur tentunya)
Teman atau apapun lah namanya, semua sangat berarti bagiku. Cos tanpa kehadiran mereka dalam hidupku mungkin q akan merasa sangat kesepian. Thank’s for all…..
@ kita sambung lain waktu, ni lagi ronda q tpi ngntuk beut nih, suer dah….. 02.13